GENERASI
MUDA DI ERA GLOBALISASI”
Di
era globalisasi saat ini kita melihat didepan mata kita sendiri, dimana pemuda-pemudi
islam yang setiap hari digerogoti dekadensi moral, disuguhkan dengan transparan
oleh pemuda-pemudi islam itu sendiri, baik melalui media Elektronik maupun
media cetak, satu contoh yang sangat kongkrit dan ngetren saat ini adalah FACE
BOOKAN atau ceting-cetingan yang ini akan pasti 90 % cetingan dengan lawan
jenis, atau televisi yang sudah dapat dipastikan bahwa yang ditayangkan adalah
film-flm yang bernuansa munafik dan survi membuktikan sudah hampir seluruh di Indonesia
ini kita memiliki dan menontonnya tampa mengimplikasi dan memfilter terlebih
dahulu.
Coba kita lihat …….!!!
Setelah Maghrib bukannya tadarusan tetapi malah facebookan, bukannya kita
membaca Al-Qur’an yang ada hanya membaca Koran. Naudzubillah summa
naudzubillah.
Globalisasi yang
ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat disegala bidang kegiatan, dan ini
menyebabkan persaingan semakin ketat. Globalisasi yang muncul merupakan global
competition(kompetisyen) yang berkonsekwensi pada ketidak seimbangan antara
moralitas dan keilmuan.
Tetapi yang menjadi
pertanyaan adalah…………… masihkan orang islam lima tahun yang akan datang tetap
bertendensi pada Al-Qur’an dan hadits? akankah islam sepuluh tahun yang akan
datang masih eksis pada eksistensi keislamannya ? jawabannya adalah tergantung
dari pemuda-mudi islam saat ini karena merekalah yang akan menggantinya dan
tidak mungkin ayah kita, kakek kita akan hidup selama-lamanya sebagaimana Imam Ibnu
malik mengutip
dalam kitabnya
ومايلي المضاف يأتي الخلف عنه في الاعراب اذا ماحذفا yang artinya setiap generasi akan berganti bila habis
masa bakti atau mati. Bila pemoda-pemodi islam saat ini sudah terpana dan
terpesona dengan kehidupan yang kebarat-baratan maka tidak mustahul islam akan hanya tinggal namanya saja, boleh jadi orang islam
semakin banyak tetapi yang mengamalkan ajaran islam itu semakin tidak ada, masjid
semakin megah dan direnofasi tetapi orang islam semakin menjauh dan melarikan
diri, dan yang ada hanyalah islam KTP, bila mereka ditanya, hi kamu, apakah
kamu orang islam? seratus persen saya islam tampa imitasi. Oke buktinya mana bahwa
kamu orang muslim? ni KTP saya lihat.Oo islam benerann ne orang tetapi apakah
kamu sholat? Apakah kamu zakat? Apa itu sholat? Dan apa itu zakat.? Nah…!!
seperti inilah yang akan terjadi nanti. Nabi Muhammad pernah berkata dalam
haditsnya yang berbunyi سيأتي على امتي لا يبقى الاسلام الا اسم ولا من القرأن الا رسم yang
artinya suatu saat akan datang pada
umatku dimana islam itu ada tetapi hanya tinggal namanya saja, Al-Qur’an itu
ada tetapi hanya tinggal tulisannya saja.
Proses
kehidupan dimasa datang adalah proses implemintasi diri yang penuh dengan
berbagai macam tantangan dan rintangan. tantangan dalam arti mengikuti
perkembangan era globalisasi dan rintangan dalam arti mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan maka tiada lain bagi kita khususnya generasi muda adalah
belajar dan belajar dengan giat dan tekun serta mengamalkannya agar islam yang
akan datang tetap kokoh dan takkan tergoyahkan oleh perubahan zaman yang
semakin tidak menjanjikan. Terahir saya
pesankan pada temaman-teman gerenasi islam student to day leadership tomorrow.
bay: Subairi, S.Pd.I guru SMK AL-HAMIDY BANYUANYAR

