Kami SMK AL-HAMIDY akan menampilkan karya siswa yang prestatif yang menceritakan tentang cinta laora antara tiga insan yang mengalami manis dan pahitnya kehidupan, yang mereka di tidak boleh tidak harus memilih
ANTARA DUA PILIHAN
Pernahkah kita dihadapkan pada piihan-pilihan yang menyudutkan kita?, yang membuat kita tidak bisa tidur?, yang membuat kita resah?, hal ini terjadi pada Salsa, seorang santri baru di sebuah pesantren “Ifftahil Ilmi’”, Dia harus memilih diantara dua cowok yang sama-sama mencintainya, dan sama-sama putra kiai.
Awalnya kedua putra kiai ini punya kribadian yang jarang dimiliki oleh cowok-cowok jaman sekarang, super cuek, soal tampang dan popularitas yang dimiliki seabrek, membuat nama keduanya sering disebut, namun sepertinya mereka berdua tidak perduli dengan semua itu, nama putera kiai itu, Ra Farisi dan Ra Aff, malah sang Ra Aff, sang adik, boleh dikata lebih ekstrem lagi, meskipun ia sekolah di SMA faforit banyak cewek cantiknya dan pinternya, tapi ia cuek banget sampai-sampai cewek-cewek dikelasnya memberinya gelar “ mount Everest”.
Tapi sebuah babak baru bagi kedua putera kiai ini, setelah mereka tertular dengan firus merah jambu pada salah satu santri yang tidak lain adalah Salsa, kedua putera kiai ini punya kesamaan tipe cewek idaman, sehingga menjatuhkan pilihan pada Salsa, bagaimanapun Salsa harus memilih, walaupun pilihan itu menyakiti salah satunya.
Salsa mencintai Ra Aff, sang adik yang memang seusia Salsa dan begitu pula Ra Aff yang sudah menjalin hubungan dengan Salsa, namun kenyataan berkata lain, Ra Aff harus merelakan orang yang ia cintai untuk saudaranya, Ra Farisi, Ra Farisi yang telah mengetahui hubungan Ra Aff dengan Salsa cepat mengambil sikap untuk secepatnya melamar Salsa pada orang tuanya, siapa yang tidak tersanjung dengan penghormatan dilamar putera kiai, orangtua Salsa lalu meng’iya’kan tampa meminta persetujuan Salsa terlebih dahulu.
Salsa tersenyum girang ketika Ibunya memberi kabar baik itu padanya, ia kira Ra Aff telah benar-benar menepati janjinya, setelah panjang lebar sang ibu bercerita akhirnya Salsa terhenyak mendengar jika yang melamarnya adalah Ra Farisi, sesuatu yang tidak pernah terduga Ra Farisi yang pernah menghukumnya karena Salsa melanggar aturan pesantren yang menerima surat cowok atau Ra Aff. Hari dan tanggal pernikahan yang telah ditentuan akhirnya tiba, acara itu ijab qobul itu dilaksanakan secara suka cita didepan penghulu, dan para saksi serta para sesepuh pesantren hanya Ra Aff yang tidak menghadirinya, ia terpukul, terhempas merasakan kerinduan yang tidak tertahan, diantara keramain para tamu ia merasa sendiri tampa siapapun, yang ada hanya rasa yang kian kuat mendekapnya, ia menyadari bahwa orang yang disayangnya sudah menjadi milik saudaranya sendiri, tapi kesadaran itu tidak cukup kuat menahannya untuk tidak menyibak air hujan yang mengguyur bumi, ia membiarkan seluruh badannya di hempas oleh butiran-butiran air hujan hanya demi melihat sang kekasih untuk terakhir kalinya, sebelum dimiliki oleh sang kakak, para tamu tercengang melihat Ra Aff yang hujan-hujanan dengan wajah kusutnya, hanya Sofi yang berani mengambilkan payung dan baju kering untuk Ra Aff, karena ia tahu kepedihan yang Ra Aff derita, karena ia sahabat dekat Salsa, Salsa merasa cemburu melihat pemandangan itu.
