Headlines News :
Home » , » FISIOLAGI LENSA KATARAK

FISIOLAGI LENSA KATARAK

Written By SMK AL HAMIDY BANYUANYAR on Senin, 24 Maret 2014 | 02.48.00

1. Fisiologi Lensa Mata Fungsi lensa mata memfokuskan sinar pada retina. Pada saat itu kekuatan refraksi lensa berubah sesuai dengan kebutuhan sehingga sinar dapat difokuskan pada retina. Perubahan kekuatan retraksi disebut akomodasi. 2 (dua) faktor yang menentukan dalam akomodasi yaitu: a. Kemampuan lensa untuk berubah bentuk (menjadi lebih cembung) b. Kekuatan dari muskulus siliaris. Bila muskulus siliaris relaks, zonula zinn menjadi tegang, diameter antara posterior lensa menjadi lebih pendek dan kekuatan refraksi berkurang. Sebaliknya bila muskulus siliaris kontraksi maka ketegangan zonula zinn berkurang, sehingga bentuk lensa menjadi lebih cembung dan kekuatan refraksi bertambah. 2. Patofisiologi Dalam keadaan normal transfaransi lensa terjadi karena adanya keseimbangan antara protein yang dapat larut dengan protein yang tidak dapat larut dalam membran sesemi permeable. Apabila terjadi peningkatan jumlah protein yang tidak dapat diserap, mengakibatkan jumlah protein dalam lensa melebihi jumlah protein pada bagian lain sehingga membentuk massa transparan ataubbintik kecil di sekitar lensa, membentuk suatu kapsul yang dikenal dengan katarak. Terjadinya penumpukan cairan / degenasi dan desintegrasi pada serabut tersebut menyebabkan jalannya cahayanya terhambat dan mengakibatkan gangguan penglihatan. gangguan penglihatan. 3. PEMERIKSAAN 1) Visus menurun bergantung pada : 2) Tak ada tanda-tanda radang (hyperemia tak ada) 3) Iluminasi oblik tampak kekeruhan yang keabu-abuan atau putih dengan bayangan hitam disebut iris shadow. 4) Pemeriksaan dengan optalmoskop tampak warna hitam diatas dasar orange disebut fundus reflek. 5) Pada katarak yang lebih lanjut, kekeruhan bertambah sehingga iris shadow menghilang dan fundus reflek menjadi hitam saja (negatif). 4. PENGOBATAN KATARAK Apabila penderita masih dapat dikoreksi kacamata, maka diberikan dahulu kacamata. Akan tetapi ukuran kacamata penderita biasanya sangat mudah / cepat berubah. Pengobatan yang paling baik dan tepat saat ini adalah operasi. Indikasi operasi yaitu : 1) Visus yang menurun yang tak dapat dikoreksi dengan kacamata dan mengganggu aktifitas. 2) Dahulu penderita dioperasi bila visusnya 1/300 s/d tak terhingga (LP+). Akan tetapi dengan kemajuan tehnologi saat ini katarak dapat dioperasi pada stadium apapun, bila penderita sudah terganggu aktivitasnya. Macam operasi : 1) Intra Capsular : Intra catarax extraction (ICCE) mengeluarkan lensa secara utuh. 2) Ekstra Capsular : Extra capsular catarax extraction (ECCE) : mengeluarkan lensa dengan merobek kapsul bagian anterior dan meninggalkan kapsul bagian posterior. Pada saat ini dimana kemajuan tehnologi yang sudah tinggi, tehnik ECCE lebih disukai karena komplikasinya lebih kecil dan dapat disertai pemasangan lensa implant intra okuler (IOL = intra okuler lens). Sehingga hasil setelah operasi menjadi lebih baik. Afakia : o Mata yang lensanya tidak ada (dioperasi atau sebab lain). o Visus 1/60 o Menjadi hipermetrop (kira-kira + 10.00 D) o Kehilangan daya akomodasi o Untuk membaca memerlukan tambahan + 3.00 D Pseudofkia : Mata yang lensanya sudah diambil dan dipasang IOL Visus lebih baik, bisa sampai 6/6 Kehilangan daya akomodasi Untuk membaca memerlukan tambahan + 3.00 D Evaluasi sesudah operasi katarak : Hari 1 sesudah operasi harus sudah dievaluasi yaitu : 1) Perdarahan dibilik mata depan (hifema). 2) Kamera okuli anterior jernih/keruh : Bila mata depan keruh (flare/sel positif) o Bilik mata depan keruh (flare /sel positif) o Mungkin sampai terjadi pengendapan pus di bilik mata depan (hipopion). o Iris miossi disertai sinekia postrior 3) Perhatikan pupil miosis/midriasis/normal : o Miosis : biasanya dipergunakan miotikum pada waktu operasi sehingga hari berikutnya pupil menjadi miosis. Miosis ini dapat terjadi bila terjadi uveitis anterior, dan biasanya disertai adanya sinekia posterior. o Midirasis : dapat terjadi bila ada peningkatan tekanan intra okuler (glaucoma) o Pupil tidak bulat : terjadi bila pada waktu operasi terjadi korpukasi (korpus viterius keluar). PENGOBATAN SESUDAH OPERASI KATARAK : Setelah operasi dapat diberi : o Kacamata, diberikan bila tanda-tanda iritasi sudah hilang (kurang lebih sesudah 1,5 bulan post op), sudah tidak ada perubahan refraksi (3 x refraksi tiap minggu). o Lensa Kontak : Penglihatan lebih baik daripada kacamata, dan dipakai pada operasi katarak unilateral (satu mata). o Inolan Lensa Intra Okuli (IOL) : - Implan ini memasukkan ke dalam mata pada saat operasi, menggantikan lensa yang diambil (ECCE). - Letaknya permanen - Tidak memerlukan perawatan. - Visus lebih baik daripada kacamata / lensa kontak. Kerugian : o Merupakan benda asing, kemungkinan bereaksi / ditolak oleh tubuh. o Tehnik operasi lebih sukar/canggih.
Share this article :
 
Support : Petotu - All Rights Reserved
Template Created by Mastemplate Proudly powered by Blogger